TAHUN KESIAA-SIAAN
Amsal 14:30 ; 1 Samuel 18:6-30 “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.” Semula Saul sangat saying pada Daud. Daud dijadikan sebagai pembawa senjatanya. Namun semua berubah setelah Daud mengalahkan Goliat, si raksasa dari Filistin. Hari itu seluruh Israel menyaksikan kepahlawanan Daud. Para wanita menari dan bernyanyi menyambut kepulangannya. Keluarlah pujian yang mengatakan bahwa Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tapi Daud berlaksa-laksa. Mendengar hal itu, meluaplah kemarahan Saul. Sejak hari itu, ia iri pada Daud dan menjadi musuh Daud seumur hidupnya. Ia sendiri yang memutuskan untuk begitu. Sejak itu tidak ada cerita tentang kepahlawanannya. Ia menghabiskan hidupnya hanya untuk mencari cara melenyapkan dan membunuh Daud. Saul membiarkan rasa iri hati menjadi kebencian yang mendarah daging dalam hidupnya. Iam mengalami tahun kesia-siaan dalam hidupnya. Tidak ada hal berarti dan berguna yang dilakukannya. Saudara, banyak hal y...